Sistem SIMDA (Sistem Informasi Keuangan Daerah) dapat menghindari penyimpangan, penyelewengan, karena dengan sistem yang telah terprogram  menyebabkan  data yang di input harus berdasarkan data yang seharusnya dan tidak semau masukan data dapat dilakukan  sebab ada penolakan dari sistem didalam program. Proses terbitnya SP2D lebih cepat sesuai ketentuan 1 – 2 hari  bahkan  dapat diselesaikan 1 hari bahkan hanya beberapa jam antara   1 – 3 jam sudah bisa sampai ketangan yang berwewenang (bendaharawan atau rekanan).

Hasil analisis menunjukkan (multiple R) yang diperoleh sebesar 0,182 atau 18,20%, dan F ratio sebesar 0,118 yang artinya  bahwa Faktor-faktor pada Prosedur (X1), Pegawai (X2), dan Sistem Jaringan (X3), secara simultan berpengaruh terhadap keterlambatan Penerbitan SP2D. (Y) di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Papua khususnya Badan Pengelola Keuangan dan Assets Daerah. Selanjutnya koefisien determinasi (R2) yang diperoleh sebesar 0,33 atau 33 % menunjukkan bahwa variabel dependen (Y); dijelaskan oleh variabel independen faktor-faktor yang mempengaruhi penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana  pada tahap Prosedur (X1), Pegawai  (X2), Sistem Jaringan (X3), sebesar 33,00 % sedangkan yang tidak dijelaskan sebesar 67,00 % (1 – 33,00%). Penyesuaian terhadap koefisien determinasi (adjusted R Square) yang diperoleh sebesar 0,94 atau 94,00 %, menunjukkan bahwa pengaruh variabel-variabel independen terhadap variabel dependen yang belum dimasukkan dalam model penelitian setelah disesuaikan menjadi 0,06%.

Kata Kunci:   Prosedur, Pegawai, Sistem Jaringan dan Penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana

Diterbitkan: 2020-09-25