Dinamika Pembangunan Manusia Maluku Antara Kota Ambon dan Wilayah Terluar
DOI:
https://doi.org/10.55049/x7yja897Kata Kunci:
Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Maluku, Kota Ambon, Wilayah Terluar, Ketimpangan WilayahAbstrak
Penelitian ini berjudul Dinamika Pembangunan Manusia Maluku Antara Kota dan Wilayah Terluar Pembangunan manusia di Provinsi Maluku diperhadapkan dengan tantangan geografis yang unik sebagai wilayah kepulauan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengidengtifikasi IPM berdasar kategori wilayah, (2) Menganalisis pertumbuhan tiap wilayah dengan kategori wilayah kota dan wilayah terluar dan (3) Analisa Fenomena catch-up. Hasil kajian menunjukkan bahwa adanya kesrnjangan aksesbilitas yang signifikan. Sementara Kota Ambon secara konsisten mencatatkan status pembangunan manusia dengan kategori Sangat Tinggi. Disisi lain Untuk wilayah terluar ( Maluku Btrat Daya dan Kepulauan Tanimbar) masih bergelut dengan rendahnya pendidikan dan keterbatasan fasilitas kesehatan primer atau dasar. Dari sisi faktor konektifitas antar wilayah dan distribusi tenaga professional di bidang pendidikan maupun kesehatan menjadi kendala utama dalam pemerataan kualitas pembangunan manusia, hal ini dilihat dari Indeks pembangunan Manusia masih dalam kateori rendah. Artikel ini menyimpulkan bahwa akselerasi pembangunan manusia di Provinsi Maluku tidak dapat dilakukan dengan pendekatan one-size-fits-all, melainkan memerlukan kebijakan asimetris yang memprioritaskan penguatan infrastruktur dasar guna memperkecil gap pembangunan dengan pusat kota (Kota Ambon).
Unduhan
Referensi
Alkire, S., & Jahan, S. (2021). New Metrics for a New Era: The Human Development Index and Beyond. Journal of Human Development and Capabilities, 22(1), 1-18.
Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku. (2024). Data Indeks Pembangunan Manusia Berdasar Kabupaten Kota Provinsi Maluku Tahun 2023-2024
Badan Pusat Statistik. (2024). Indeks Pembangunan Manusia 2024: Menuju Transformasi Sosial dan Ekonomi. Jakarta: BPS RI.
Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku. (2024). Provinsi Maluku Dalam Angka 2024. Ambon: BPS Maluku.
Bhattacharya, R. (2021). The Geography of Inequality: Spatial Disparities in Developing Countries. Oxford University Press.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (6th ed.). SAGE Publications.
Krugman, P. (2022). Geography and Trade: The Core-Periphery Model Revisited. Princeton University Press.
Moretti, E. (2023). The New Geography of Jobs and Human Capital. Journal of Economic Perspectives, 37(1). Membahas bagaimana wilayah pinggiran mengejar ketertinggalan melalui modal manusia
Mulyadi, S. (2022). Ekonomi Regional: Teori dan Aplikasi. Jakarta: Rajawali Pers. (Membahas spesifik mengenai disparitas antarwilayah di Indonesia Timur).
Pike, A., Rodriguez-Pose, A., & Tomaney, J. (2024). Local and Regional Development. Routledge. Menjelaskan dinamika pusat-pinggiran dalam
Sen, A. (2020). Development as Freedom and Human Capability (Updated Perspectives). Oxford University Press.
Stiglitz, J. E., Fitoussi, J. P., & Durand, M. (2020). Measuring What Counts: The Global Movement for Well-Being. New York: The New Press.
Sugiyono. (2021). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
UNDP. (2022). Human Development Report 2021-22: Uncertain Times, Unsettled Lives: Shaping our Future in a Transforming World. New York: United Nations Development Programme.
United Nations. (2023). The Sustainable Development Goals Report 2023: Special Edition. New York: UN Publishing.
