Dampak Belanja Daerah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kota Jayapura
DOI:
https://doi.org/10.55049/raakns89Kata Kunci:
Belanja Daerah, Pertumbuhan Ekonomi, APBD, Kota JayapuraAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh belanja daerah terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Jayapura. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena meningkatnya pendapatan per kapita yang belum sepenuhnya mencerminkan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat asli Papua. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Jayapura selama periode 2019–2023. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier sederhana dengan bantuan program SPSS untuk melihat hubungan antara belanja daerah sebagai variabel independen dan pertumbuhan ekonomi sebagai variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belanja daerah memiliki hubungan positif terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,596. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,356 menunjukkan bahwa belanja daerah mampu menjelaskan 35,60 persen variasi pertumbuhan ekonomi di Kota Jayapura, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Persamaan regresi menunjukkan bahwa peningkatan belanja daerah sebesar 1 persen dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 26,699 persen. Temuan ini mengindikasikan bahwa belanja daerah, baik belanja operasi, belanja modal, maupun belanja tidak terduga, memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, pengelolaan dan alokasi belanja daerah yang efektif dan efisien sangat diperlukan agar pertumbuhan ekonomi yang terjadi dapat lebih inklusif dan berkelanjutan.
Unduhan
Referensi
Badan Pusat Statistik, Kota Jayapura dalam Angka 2024
Boediono, 1981. Teori Pertumbuhan Ekonomi, Edisi Pertama. Penerbit BPFE – Yogyakarta.
Mankiw Gregory. Pengantar Ekonomi, Edisi Kedua Jilid 1, Penerbit Erlangga.
Nasir Moh., Ph.D, 2003. Metode Penelitian, Cetakan ke-5 Penerbit Ghalia Indonesia.
Prathama Rahardja, 2008. Teori Ekonomi Makro, Penerbit Fakultas Universitas Indonesia, Jakarta.
Prathama Rahardja, Mandala Manurung. Pengantar Ilmu Ekonomi (Mikro Ekonomi dan Makro Ekonomi) Edisi Revisi, Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Sukirno Sadono, 2004. Mikro Ekonomi Teori Pengantar, Edisi Ketiga. PT. Raja Grafika Persada, Jakarta.
Triyanto Suseno Widodo. Indikator Ekonomi, Dasar Perhitungan Perekonomian Indonesia.
Supranto. J , 2001. Statistik Teori dan Aplikasi, Edisi Keenam Jilid 2. Penerbit Erlangga.
Winarno Sigit., SE. Sujana. Ismaya, SE. 2003. Kamus Besar Ekonomi, Penerbit Pustaka Grafika.
Arianto, Cristiawan Eka. 2015. Pengaruh Jumlah Penduduk dan Angka Pengangguran Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Jember. Universitas Jember.
Try Phandri (2015). Pengaruh Inflasi, Pengangguran dan Belanja Daerah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Luwu Timur. Universitas Negeri Makassar.
Jhingan, M,L. 2013. Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan, Jakarta.Rajawali. Muharram,
Nur Adi. 2015. Pengaruhh Laju Pertumbuhan Ekonomi Jumlah Penangguran Angkatan Kerja Terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Provinsi Sulawesi Selatan. Makassar Mankiw, N.
Gregory. (2006). Makroekonomi. Jakarta.Erlangga. Ningsi, Fahmi Ratna, (2010). Pengaruh Inflasi dan pertumbuhan Ekonomi Terhadap Pengangguran di Indonesia Periode Tahun 1988-2008. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayahtullah Jakarta, Jakarta.
